Minggu, 16 November 2008

Modul Pembelajaran ASG (Ajaran Sosial Gereja)

KITA DIUTUS MENJADI 

“Gaudium et Spes “ ( Kegembiraan dan Harapan)

 Bulan Agustus oleh KAS ditetapkan sebagai Bulan ASG (Ajaran Sosial Gereja). Pertemuan untuk memperingati HUT 60 Indonesia diisi dengan pendalaman GS (Gaudium et Spes: Konstitusi Pastoral Konsili Vatikan II, terbit 7 Desember 1965) diproses melalui langkah-langkah sebagai berikut: 1.      MELIHAT SITUASI NYATA :  Setelah 60 tahun merdeka, Indonesia berhadapan dengan berbagai kerusakan karena korupsi, kekerasan, serta kerusakan lingkungan hidup (Lh. Nota Pastoral KWI 2004 Keadaban Publik: Menuju Habitus Baru Bangsa).Berilah contoh-contoh dari pengalaman konkrit sehari-hari ! 2.      DALAM TERANG IMAN (GS) : Kita diutus menjadi “Gaudium et Spes”, Kegembiraan dan Harapan di tengah-tengah situasi muram itu. Bagaimana caranya? (Lh. GS 1 : Nota Pastoral KAS 2005: Gereja: Persekutuan Paguyuban-paguyuban Pengharapan) 3.      MERENCANAKAN AKSI NYATA : Aksi nyata apa yang dapat direncakan untuk mengubah kenyataan muram menjadi lebih baik? Bentuklah kelompok kerja untuk melaksanakannya! 4.      MENYUSUN LAPORAN UNTUK EVALUASI: Setelah suatu pekerjaan pemberdayaan untuk pemerdekaan dilaksanakan, susunlah laporan untuk evaluasi terhadap hasil maupun prosesnya. Dengan begitu pengembangan gerekan pemerdekaan dapat dilanjutkan menurut dinamika spirale pastoral. 

(Dikutip dan diolah dari AKAR RUMPUT, No. 7 Tahun VI: Juli 2005)

 

 

 

 

 

KONSTITUSI PASTORAL TENTANG GEREJA DI DUNIA DEWASA INI

GAUDIUM ET SPES: 7 Desember 1965

 (Kutipan artikel 1 Gaudium et Spes)KEGEMBIRAAN DAN HARAPAN, duka dan kecemasan orang-orang zaman sekarang, terutama kaum miskin dan siapa saja yang menderita, merupakan kegembiraan dan harapan, duka dan kecemasan para murid Kristus juga. Tiada sesuatu pun yang sungguh manusiawi, yang tak bergema di hati mereka. Sebab persekutuan mereka terdiri dari orang-orang, yang dipersatukan dalam Kristus, dibimbing oleh Roh Kudus dalam peziarahan mereka menuju Kerajaan Bapa, dan telah menerima warta keselamatan untuk disampaikan kepada semua orang. Maka persekutuan mereka itu mengalami dirinya sungguh erat berhubungan dengan umat manusia serta sejarahnya. Nilai-nilai Luhur Gaudium et Spes Gereja sadar akan tanggung jawab perutusannya yakni menghadirkan Kerajaan Alah di tengah-tengah dunia, karena dunialah yang hendak diselamatkan Allah dalam Kristus. Kesadaran itu dirumuskan dalam Dokumen Gaudium et Spes yang membicarakan permasalahan-permasalahan dunia saat itu yang mencakup : Martabat Manusia, Kesejahteraan Umum, Tanggung Jawab Pemerintah; Penghargaan pada keluarga-keluarga; Hak Budaya; Keadilan dan perkembangan; serta Perdamaian. Kalimat pertama dalam Gaudium et Spes merangkum tugas perutusan kehadiran Gereja di tengah-tengah dunia ini “Kegembiraan dan harapan……… orang-orang di jaman sekarang ini, adalah kegembiraan dan harapan……..murid-murid Kristus juga”. Mau tidak mau Gereja harus menjadi inklusif/terbuka terhadap dunia. Gereja berada di dalam dunia, bukan di luar dunia. Gereja dengan demikian menjadi bagian dari dunia yang akan diselamatkan. Pokok-pokok gagasan GS adalah :Gaudium Et Spes (GS) diumumkan pada tahun 1965. Kebiasaan Gereja menyebut dokumen-dokumen dengan 2(dua) kata pertaman dari suatu dokumen (Misal Rerum Novarum) termasuk Gaudium Et Spes yang berarti Kegembiraan dan harapan. Dari kata Gaudium et Spes tidak bisa ditarik satu kesimpulan, sebab dengan kata itu ternyata KV II berbicara tentang Gereja.Konsili Vatikan  menerbitkan 4 konstitusi dan 14 dekrit juklak dan 3 deklarasi. Ada 4 Konstitusi dari Konsili Vatikan II:1.       Dei Verbum (Firman Illahi)2.       Lumen Gentium (mengenai Gereja)3.       Sacrosanctum Consilium (pembaharuan Liturgi)4.       Gaudium Et Spes (Gereja dalam Dunia)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar