Rabu, 26 November 2008

Salam Jumpa

mbugh.jpg

Hallo pengunjung terkasih, Berkah Dalem !!
Terima kasih karena anda berkenan mengunjungi situs ini,
Silakan anda menuliskan komentar dan pesan tentang blog ini,
mari kita berdiskusi bersama dalam kasih erat persaudaraan.
Akhirnya selamat menikmati sajian yang ada di situs pribadi ini.
Terima kasih.

Minggu, 16 November 2008

Pendidikan Media Dalam Keluarga

Minggu Komsos sudah berlalu (kita rayakan pada hari Minggu, 20 Mei 2007). Namun pesan pastoral Bapa Suci Benedictus XVI masih tetap relevan untuk kita cermati dan kita lihat lebih jauh. Bagaimana keluarga-keluarga dengan sadar mengembangkan kepekaan bermedia dalam kehidupan harian yang ditandai dengan percepatan informasi dan arus kehidupan yang tak terbendung. Kecepatan informasi dan kemajuan jaman membuat kita dipermudah dalam banyak hal, namun juga ada hal-hal yang layak dicermati karena kita bisa diperbudak dan tidak merdeka dengan pelbagai perkembangan yang ada.

Menjadi Katolik Sebagai Keharusan Bagiku

- Terobosan memaknai nilai-nilai Kekatolikan -

 Akhir-akhir ini hati saya diusik oleh pelbagai permasalahan yang dihadapi oleh umat. Pelbagai konsultasi di ruang tamu maupun dalam perjumpaan dengan umat juga teman muda, menunjukkan ‘sakitnya’ beberapa keluarga kita. Sakitnya keluarga ini ditandai dengan minimnya komunikasi yang terjadi di dalam keluarga, serta hangatnya relasi suami istri juga dengan mertua yang jauh dari harapan. Persoalan ekonomi tentu juga tak terelakkan. Tulisan ini keluar dari permenungan hati saya, sambil membaca pengalaman beberapa orang atau keluarga yang mencari cara untuk menghangatkan situasi keluarga dan menampakkan kekatolikan yang nyata.

 

Kita Bisa Berbuat Sesuatu

Data statistik paroki tahun 2004 hingga awal tahun 2006 memberi beberapa petunjuk yang baik untuk kita cermati dan perhatikan bersama. Bahwa hidup kita sendiri sudah disibukkan oleh berbagai aktifitas harian (tugas dan pekerjaan pokok) tidaklah dipungkiri. Bahwa hidup dan pengalaman di keluarga memberi tanggungjawab dan beban tertentu, juga menjadi bagian hidup harian. Selanjutnya, bagaimana iman kepercayaan menjadi bagian integral bagi pertimbangan hidup kita dan bukan sekedar suatu tempelan di luar, merupakan kecerdasan kita.Kita bermimpi jauh ke depan, bahwa paroki Sragen akan kita kembangkan menjadi Paroki Sidoharjo dan Paroki Kedawung. Kita juga bermimpi bahwa Wilayah Jenawi dengan keasrian dan kesejukan alamnya menjadi rumah animasi kegiatan. Bagaimana mimpi itu mulai diwujudkan sebagai sebuah langkah-langkah bayi – langkah-langkah kecil? Semoga data-data yang ada menjadi ladang berpikir dan pertimbangan untuk membuat program kerja dan fokus perhatian langkah demi langkah.

Rangkuman Sarasehan Lintas Generasi

Sabtu, 2 September 2006

(Hadir 50 peserta dari 62 undangan)

 Perayaan menyambut Lima puluh tahun Paroki kita dibuka dengan acara sarasehan Lintas generasi yang memperbincangkan peta kehidupan Kabupaten Sragen secara luas. Diskusi peta ini menghasilkan berbagai macam bahan yang baik untuk direfleksikan lebih lanjut secara mendalam mengawali berbagai pastoral kita. Selain  kegiatan tersebut Gereja juga mencoba melemparkan jajak pendapat mengenai perkembangan Gereja katolik Sragen. Jajak Pendapat tersebut meminta pendapat umat tentang fokus kegiatan yan penting untuk perayaan 50 tahun paroki dan cara yang perlu dimulai untuk menciptakan habitus baru.  Untuk itu kami ingin menyajikan hasil diskusi sarasehan dan hasil jajak pendapat tersebut guna menjadi bahan refleksi seluas paroki Sragen. 

Agenda Pemilihan Pengurus Dan Hal-Hal Yang Harus Diperhatikan

 1. Pemilihan Pengurus Lingkungan dan kelengkapan Pengurus diharapkan sudah selesai pada bulan Juni 2006. Lingkungan dan kelompok kategorial atau paguyuban mengajukan 3 nama yang diusulkan menjadi Pengurus Harian Dewan Paroki (bisa nama dari lingkungan sendiri atau calon dari lingkungan lain). Pada saat ini pula, lingkungan mengajukan usulan nama-nama calon Prodiakon Paroki dari lingkungan masing-masing. Lingkungan bisa mengajukan 2 – 3 nama dengan memberi perhatian pada peran perempuan. Pada saat pemilihan pengurus, supaya disampaikan pula pertanggung­jawaban Pengurus Lingkungan, disertai dengan inventarisasi harta milik lingkungan (misal alat misa, kas lingkungan, buku-buku, dll); selanjutnya pertanggungja­waban dan daftar inventarisasi lingkungan itu diserahkan kepada Pengurus Lingkungan yang baru.

 

Struktur Kepengurusan Dan Pembentukan Tim Kerja

Pengurus Lingkungan terdiri dari: A. Pengurus Inti terdiri dari:
  1. Ketua
  2. Sekretaris 1 – 2 orang
  3. Bendahara 1 – 2 orang