Kamis, 25 Desember 2008
Jumat, 05 Desember 2008
Penanaman Nilai-Nilai Kekatolikan di dalam Keluarga dengan Basis Lingkungan
DALAM SEMANGAT MISI SANTO FRANSISKUS XAVERIUS
(Sarasehan umat dan pengurus lingkungan/DP Paroki St. Fransiskus Xaverius Kidul Loji)
Rabu, 3 Desember 2008
Catatan Pendahuluan:
1. Semangat misioner St. Fransikus Xaverius adalah kerelaannya diutus dan pergi ke tanah misi (sebagai pengganti imam lain yang diberi tugas namun menjelang berangkat tugas justru jatuh sakit). Fransiskus Xaverius muda, dengan penuh semangat mewartakan Injil tanpa mengenal batas-batas kehidupan, dia menerobos batas-batas yang ada. Kepandaiannya untuk datang kepada pemuka masyarakat (dengan membawa pelbagai upeti yang menarik, menjadi salah satu cara pewartaan Injil yang mudah diterima.
2. Kita perlu menata ulang model kesaksian yang kita buat, sekaligus perlu juga belajar dari “ngelmu dagang” dalam menawarkan dagangannya …. Dan ternyata laku.
3. Tugas Misioner dihayati sebagai KESAKSIAN HIDUP yang mencakup segi pribadi, lingkungan serta sosial kemasyarakatan.
4. Pengurus Lingkungan dan Dewan Paroki diharapkan menjadi motor penggerak dan penyemangat hidupnya Lingkungan dan Paroki dengan pelbagai kelompok kategorial atau paguyuban yang ada.
Rabu, 26 November 2008
Salam Jumpa
Minggu, 16 November 2008
Pendidikan Media Dalam Keluarga
Minggu Komsos sudah berlalu (kita rayakan pada hari Minggu, 20 Mei 2007). Namun pesan pastoral Bapa Suci Benedictus XVI masih tetap relevan untuk kita cermati dan kita lihat lebih jauh. Bagaimana keluarga-keluarga dengan sadar mengembangkan kepekaan bermedia dalam kehidupan harian yang ditandai dengan percepatan informasi dan arus kehidupan yang tak terbendung. Kecepatan informasi dan kemajuan jaman membuat kita dipermudah dalam banyak hal, namun juga ada hal-hal yang layak dicermati karena kita bisa diperbudak dan tidak merdeka dengan pelbagai perkembangan yang ada.
Menjadi Katolik Sebagai Keharusan Bagiku
- Terobosan memaknai nilai-nilai Kekatolikan -
Akhir-akhir ini hati saya diusik oleh pelbagai permasalahan yang dihadapi oleh umat. Pelbagai konsultasi di ruang tamu maupun dalam perjumpaan dengan umat juga teman muda, menunjukkan ‘sakitnya’ beberapa keluarga kita. Sakitnya keluarga ini ditandai dengan minimnya komunikasi yang terjadi di dalam keluarga, serta hangatnya relasi suami istri juga dengan mertua yang jauh dari harapan. Persoalan ekonomi tentu juga tak terelakkan. Tulisan ini keluar dari permenungan hati saya, sambil membaca pengalaman beberapa orang atau keluarga yang mencari cara untuk menghangatkan situasi keluarga dan menampakkan kekatolikan yang nyata.
Kita Bisa Berbuat Sesuatu
Rangkuman Sarasehan Lintas Generasi
Sabtu, 2 September 2006
(Hadir 50 peserta dari 62 undangan)
Perayaan menyambut Lima puluh tahun Paroki kita dibuka dengan acara sarasehan Lintas generasi yang memperbincangkan peta kehidupan Kabupaten Sragen secara luas. Diskusi peta ini menghasilkan berbagai macam bahan yang baik untuk direfleksikan lebih lanjut secara mendalam mengawali berbagai pastoral kita. Selain kegiatan tersebut Gereja juga mencoba melemparkan jajak pendapat mengenai perkembangan Gereja katolik Sragen. Jajak Pendapat tersebut meminta pendapat umat tentang fokus kegiatan yan penting untuk perayaan 50 tahun paroki dan cara yang perlu dimulai untuk menciptakan habitus baru. Untuk itu kami ingin menyajikan hasil diskusi sarasehan dan hasil jajak pendapat tersebut guna menjadi bahan refleksi seluas paroki Sragen.