Sabtu, 24 Januari 2009

OMK MENGALAMI KEHADIRAN ALLAH DAN TERLIBAT DALAM PENGEMBANGAN UMAT

- MENGGAPAI CITA-CITA KAUM MUDA MENGGUGAH DUNIA


DI KEVIKEPAN SEMARANG -


Minggu,  25 Januari 2009 


 kaum-muda-majulah.JPG


persembahan-pir.JPG


Cita-cita utama: Mengembangkan kesadaran keterlibatan anak-remaja dan OMK untuk pengembangan umat.

Situasi nyata yang terjadi selama ini:

1.  Kegiatan Gereja (Paroki hingga lingkungan) pada umumnya milik orang dewasa atau orangtua

2. Penentu pelbagai kegiatan adalah orang dewasa atau orang tua

3. Anak-remaja bahkan kaum muda ambil bagian secara terbatas atau diberi porsi oleh yang dewasa pada saat-saat khusus saja, bukan sebagai sebuah kebiasaan

Kesadaran yang dihidupi oleh umat Allah KAS (Keuskupan Agung Semarang)  melalui ARDAS (Arah Dasar) 2006-2010:

Alinea-alinea ARDAS sebagai pijakan pokok.

Hal-hal yang sudah ada dan bisa ditingkatkan lebih lanjut:

1.  Mengembangkan semangat berjejaring antar Tim Kerja dalam Dewan Paroki

2.  Mengupayakan kesadaran pemetaan keadaan mengenai paguyuban dan pelbagai organisasi yang ada di Katedral dan Kevikepan Semarang

3.  Kesadaran pembinaan berjenjang dan sinergi antar tim kerja dengan leader yang jelas

Fokus Pastoral Keuskupan dan Dewan Paroki menjadi landasan bertindak: Tahun 2008 tahun Anak dan Remaja, Tahun 2009 Tahun Kaum Muda.

 

Jumat, 05 Desember 2008

Penanaman Nilai-Nilai Kekatolikan di dalam Keluarga dengan Basis Lingkungan

DALAM SEMANGAT MISI SANTO FRANSISKUS XAVERIUS


(Sarasehan umat dan pengurus lingkungan/DP Paroki St. Fransiskus Xaverius Kidul Loji)


Rabu, 3 Desember 2008


fx.gif

Catatan Pendahuluan:


1. Semangat misioner St. Fransikus Xaverius adalah kerelaannya diutus dan pergi ke tanah misi (sebagai pengganti imam lain yang diberi tugas namun menjelang berangkat tugas justru jatuh sakit). Fransiskus Xaverius muda, dengan penuh semangat mewartakan Injil tanpa mengenal batas-batas kehidupan, dia menerobos batas-batas yang ada. Kepandaiannya untuk datang kepada pemuka masyarakat (dengan membawa pelbagai upeti yang menarik, menjadi salah satu cara pewartaan Injil yang mudah diterima.

2. Kita perlu menata ulang model kesaksian yang kita buat, sekaligus perlu juga belajar dari “ngelmu dagang” dalam menawarkan dagangannya …. Dan ternyata laku.

3. Tugas Misioner dihayati sebagai KESAKSIAN HIDUP yang mencakup segi pribadi, lingkungan serta sosial kemasyarakatan.

4. Pengurus Lingkungan dan Dewan Paroki diharapkan menjadi motor penggerak dan penyemangat hidupnya Lingkungan dan Paroki dengan pelbagai kelompok kategorial atau paguyuban yang ada.

Rabu, 26 November 2008

Salam Jumpa

mbugh.jpg

Hallo pengunjung terkasih, Berkah Dalem !!
Terima kasih karena anda berkenan mengunjungi situs ini,
Silakan anda menuliskan komentar dan pesan tentang blog ini,
mari kita berdiskusi bersama dalam kasih erat persaudaraan.
Akhirnya selamat menikmati sajian yang ada di situs pribadi ini.
Terima kasih.

Minggu, 16 November 2008

Pendidikan Media Dalam Keluarga

Minggu Komsos sudah berlalu (kita rayakan pada hari Minggu, 20 Mei 2007). Namun pesan pastoral Bapa Suci Benedictus XVI masih tetap relevan untuk kita cermati dan kita lihat lebih jauh. Bagaimana keluarga-keluarga dengan sadar mengembangkan kepekaan bermedia dalam kehidupan harian yang ditandai dengan percepatan informasi dan arus kehidupan yang tak terbendung. Kecepatan informasi dan kemajuan jaman membuat kita dipermudah dalam banyak hal, namun juga ada hal-hal yang layak dicermati karena kita bisa diperbudak dan tidak merdeka dengan pelbagai perkembangan yang ada.

Menjadi Katolik Sebagai Keharusan Bagiku

- Terobosan memaknai nilai-nilai Kekatolikan -

 Akhir-akhir ini hati saya diusik oleh pelbagai permasalahan yang dihadapi oleh umat. Pelbagai konsultasi di ruang tamu maupun dalam perjumpaan dengan umat juga teman muda, menunjukkan ‘sakitnya’ beberapa keluarga kita. Sakitnya keluarga ini ditandai dengan minimnya komunikasi yang terjadi di dalam keluarga, serta hangatnya relasi suami istri juga dengan mertua yang jauh dari harapan. Persoalan ekonomi tentu juga tak terelakkan. Tulisan ini keluar dari permenungan hati saya, sambil membaca pengalaman beberapa orang atau keluarga yang mencari cara untuk menghangatkan situasi keluarga dan menampakkan kekatolikan yang nyata.

 

Kita Bisa Berbuat Sesuatu

Data statistik paroki tahun 2004 hingga awal tahun 2006 memberi beberapa petunjuk yang baik untuk kita cermati dan perhatikan bersama. Bahwa hidup kita sendiri sudah disibukkan oleh berbagai aktifitas harian (tugas dan pekerjaan pokok) tidaklah dipungkiri. Bahwa hidup dan pengalaman di keluarga memberi tanggungjawab dan beban tertentu, juga menjadi bagian hidup harian. Selanjutnya, bagaimana iman kepercayaan menjadi bagian integral bagi pertimbangan hidup kita dan bukan sekedar suatu tempelan di luar, merupakan kecerdasan kita.Kita bermimpi jauh ke depan, bahwa paroki Sragen akan kita kembangkan menjadi Paroki Sidoharjo dan Paroki Kedawung. Kita juga bermimpi bahwa Wilayah Jenawi dengan keasrian dan kesejukan alamnya menjadi rumah animasi kegiatan. Bagaimana mimpi itu mulai diwujudkan sebagai sebuah langkah-langkah bayi – langkah-langkah kecil? Semoga data-data yang ada menjadi ladang berpikir dan pertimbangan untuk membuat program kerja dan fokus perhatian langkah demi langkah.